CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Selasa, 04 September 2012

JAVA - Konversi bilangan

Assalamaualaikum
nah, biasa dah, nih efita pengen update tugas *ehh, update artikel dah :D
nah, kalo kemaren kan udah konversi bilangan menggunakan PHP, kalo sekarang JAVA :D

Di dalam program ini, ada 4 pilihan konverter bilangan, yaitu BINER, HEXA dan OKTAL
Sebelum kita masuk untuk memilih menu tersebut, kita akan akan memasuki message box yang akan menanyai siapa nama kita dan apa jenis kelamin kita.

Dan ini codingnya :D


import java.util.Scanner;
import javax.swing.JOptionPane;

public class konversi {
static String name;
static String kelamin;
static int bilDes;

public static void Biner(int n){
if(n>1){
Biner(n/2);
}
System.out.print(n%2);
}
public static void Hexa(int n){
char[] daftarHexa={'0','1','2','3','4','5','6','7','8','9','A','B','C','D','E','F'};
if(n>0){
Hexa(n/16);
System.out.print(daftarHexa[n%16]);
}
}
public static void Oktal(int n){
char[] daftarOktal={'0','1','2','3','4','5','6','7'};
if(n>0){
Oktal(n/8);
System.out.print(daftarOktal[n%8]);
}
}
public static void inputDes(){
System.out.print("Masukkan Bilangan Desimal = ");
Scanner inputan=new Scanner(System.in);
bilDes=inputan.nextInt();
}
public static void tampilBiner(){
inputDes();
System.out.print("Binernya adalah ");
Biner(bilDes);
}
public static void tampilHexa(){
inputDes();
System.out.print("Hexanya adalah ");
Hexa(bilDes);
}
public static void tampilOktal(){
inputDes();
System.out.print("Oktalnya adalah ");
Oktal(bilDes);
}
public static int inpBil(){
System.out.println("=========================="
+ "\nYey, Selamat datang "+name+"( "+kelamin+" )"+",");
System.out.println("Silahkan memilih Menu Konversi "
+ "Bilangan ke : "+
"\n1. Biner \n2. Hexa \n3. Oktal \n4. Exit"
);
System.out.print("Masukkan Angka Menu = ");
Scanner inputan = new Scanner(System.in);
int pilmenu=inputan.nextInt();
return pilmenu;
}
public static void menU(int pil){
System.out.println("\033");
switch(pil){
case 1 : tampilBiner(); break;
case 2 : tampilHexa(); break;
case 3 : tampilOktal(); break;
case 4 : System.out.println("Maaciiih, udah mampir :* ");
System.exit(0); break;
default : System.out.println("(Sorry bray. Pilih angka 1-4 saja)");
break;
}
System.out.println("\033");
}
public static void main(String arg[]){
name=JOptionPane.showInputDialog("Masukkan nama Anda : ");
String[] choices = {"Cewek", "Cowok", "Exit"};

String Perempuan="Sista";
String Laki="Broth";
while (true) {
int response = JOptionPane.showOptionDialog(
null
, "Apa jenis kelamin Anda ?"
, "Jenis Kelamin"
, JOptionPane.YES_NO_OPTION
, JOptionPane.QUESTION_MESSAGE
, null
, choices
, "Quit"
);
switch(response){
case 0 : kelamin=Perempuan;
break;
case 1 : kelamin=Laki;
break;
default : kelamin="Tidak Ada";
}
do{
menU(inpBil());
}
while(true);
}
}
}


Senin, 13 Agustus 2012

Indahnya Berjilbab

Nih, buat cewek cewek muslim, khususnya anak remaja jaman sekarang, mesti baca deh :D

Tubuh wanita itu indah. Menjadi penggoda bagi semua pria normal. Betapapun hebatnya pria, dia akan tergulai lemas dihadapan wanita. Sungguh Allah telah menciptakan kelebihan dan keindahan yang tiada taranya pada hambanya. Terutama kaum hawa. Namun, apakah keindahan itu harus diperlihatkan kepada semua orang? Bagaimana seorang pria bisa tahan dengan godaan yang diperlihatkan aurat wanita kepadanya. Bukankan sudah banyak bukti pemerkosaan dan pelecehan terhadap wanita yang berawal dari terbukanya aurat. Lantas salah priakah yang tidak mampu menahan syahwat!

Sungguh luar biasa Allah, telah memberikan aturan yang apabila kita cermati, maka aturan tersebut justru akan semakin meningkatkan derajat wanita. Aturan itu adalah bagaimana wanita harus menutupi auratnya.

“Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu,” Al- Ahzab: 59.

Terus bagian mana yang boleh diperhatikan? Kalau itu Rasulullah telah menjelaskannya. “Jika anak perempuan telah cukup umurnya, maka dia tidak boleh dilihat oleh mereka, kecuali muka dan kedua telapak tangannya hingga pergelangan.”(H.R. Abu Daud).

Batasan pada muka, leher,dan dada

“Dan tinggallah kamu (perempuan) di rumah kamu dan janganlah kamu menampakkan perhiasanmu seperti orang jahiliyah yang terdahulu.”
“Hendaklah mereka (perempuan) menjulurkan jilbab hingga menutup dada-dada mereka.”

Wangi-wangian

“Siapa saja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka mencium baunya, maka wanita itu telah dianggap melakukan zina, dan tiap-tiap mata itu adalah zina.” Riwayat Nasa’i, Ibn Khuzaimah dan Hibban.

Kalau begitu kepada siapa wanita boleh memperlihatkan auratnya?
“Dan janganlah memperlihatkan perhiasan mereka kecuali kepada suami-suami mereka, atau bapak-bapak mereka, atau bapak-bapak mertua mereka, atau anak-anak lelaki mereka, atau anak-anak lelaki suami mereka (anak tiri), atau saudara-saudara lelaki mereka, atau anak-anak saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita (rekan-rekan sejawat atau yang berkhidmat) dengan mereka, atau hamba sahaya mereka, atau orang-orang lelaki yang menjadi pengikut mereka yang tidak mempunyai syahwat (nafsu) kepada perempuan, atau anak-anak yang belum timbul birahinya apabila melihat aurat perempaun.” An-Nur:31

Jika kita cermati di dalam Al-Quran, beberapa kali Allah menyebut aurat wanita sebagai perhiasan. Perhiasan adalah sesuatu yang indah. Dan Allahlah yang telah menciptakan keindahan wanita itu melekat padanya. Apakah kalian (kaum wanita) tidak mau bersyukur atas kelebihan yang diberikan Allah kepada kalian? Apakah kalian tidak mau menjaga perhiasan yang diberikan oleh Allah?

Berikut lampiran terdapat ilustrasi gambar bagaimana kesalahan dan yang seharusnya menutup aurat bagi wanita. Gambar tersebut banyak disadur dari Unit Penerbitan Munirah.


 Jilbab bukanlah berarti merendahkan martabat wanita, melainkan meninggikannya serta melindungi kesopanan dan kesuciannya


Enam kriteria jilbab menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah:
1. Menutup aurat seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan
2. Longgar tidak menampakkan bentuk tubuh
3. Tebal tidak transparan
4. Model tidak glamour
5. Tidak menyerupai pakaian laki-laki
6. Tidak serupa dengan pakaian non-muslim



Sabtu, 11 Agustus 2012

JAVA - Kombinasi 3 Inputan

Oke, selamat pagi siang sore. hahaha, terserah yang bacanya kapan deh :D
yap, sekarang aku ingin membagi ilmu *ciee :D

Yaa, sekarang aku mau ngomongin program JAVA
yang dimaksud Kombinasi 3 Inputan adalah penggabung 3 script java yang berbeda, beda coding, beda bentuk, neda hasil juga (kalo menurutku sih :D)  

3 script itu adalah Scanner, BufferredReader, dan JOptionPane,
Tujuan dari penggabungan 3 script di atas adalah untuk menampilkan hasil dari (...*...)/...
dalam bentuk MessageDialog

yuuk mari liat
check it out :)

Pertama, Buka netbeans dan buat New Java Class
Kedua, tulis coding seperti dibawah ini



Ketiga, setelah selesai menulis codingnya, tinggal RUN, dengan menekan shift+f6
maka akan muncul tampilan seperti ini, dan kalian bisa inputkan angka pada First Number sesuka kalian, misalnya 3


Lalu inputan angka pada second number, misalnya 4


setelah itu, inputkan angka pada third number, misalnya 6

kalo misalnya tampilan JOptionPane nggak keluar cari aja di ctrl+tab, cari sampe ketemu ya ;)

setelah semua terproses maka akan muncul hasil akhir seperti di bawah ini


yaaap, silahkan mencoba. Semoga berhasil :)
dan maaf jika ada kesalahan pada script yang saya buat ini, karena disini kita sama-sama belajarnya :)

Jumat, 10 Agustus 2012

PHP - Konversi Inputan Ke Octal

ini ada satu lagi nih mengkonversi bilangan Desimal ke Octal




Kamis, 09 Agustus 2012

PHP - Konversi Inputan Ke Hexa

Nah, kalo ini mengkonversi dari bilangan Desimal ke Hexa




PHP - Konversi Inputan Ke Biner

Oke dehh, ketemu lagi ame gue :D, ecieeh udah kangen nih lama kaga ngepost
yaa, disini aku mau share ilmu nih,

Cara konversi Desimal ke Biner lewat PHP
ini scriptnya tapi maaf ye, kalo emang ada script yang gak cocok ato salah script, aku disini cuman pengen sharing ilmu, jadi kalo ada masukan dan tambahan monggo dah :D




Kamis, 02 Agustus 2012

Atetud

pembentukan tim disiplin



Sekolah sebagai suatu institusi menginginkan kondisi lingkungan yang kondusif dalam segala aspek pelaksanaan manajemen pendidikan. Hal ini dapat dicapai jika dalam penanganannya menerapkan kedisiplinan yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, ketentraman, keteraturan dan ketertiban yang amat dibutuhkan suatu organisasi dalam mencapai tujuan.
Sekolah yang menegakkan disiplin diharapkan akan menjadi sekolah yang berkualitas, karena dengan konsep kedisiplinan segala yang telah kita rumuskan sebagai arah perbaikan sekolah menjadi lebih mudah untuk dicapai. Kedisiplinan dapat menjadi instrument dalam rangka peningkatan mutu sekolah yang waktu ke waktu dituntut untuk selalu menggambarkan grafik yang menanjak.
Salah satu aspek penting di sekolah yang menjadi perhatian adalah bagaimana menciptakan budaya disiplin di kalangan siswa. Selama berada di lingkungan sekolah siswa hendaknya menampakkan nialai-nilai kedisiplinan yang tercermin melalui perilaku siswa yang sesuai dengan norma, peraturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah. Perhatian sekolah yang begitu besar terhadap kedisiplinan siswa tidak lain tujuannya adalah agar siswa mampu belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik yang bermanfaat baginya beserta lingkungannya, sehingga di lingkungan sekolah secara khusus dapat tercipta kemanan dan lingkungan belajar yang nyaman terutama di kelas. Memikirkan masa depan anak didik kita tidak bisa lepas dari sejauh mana mereka dibiasakan menerapkan kedisiplinan yang akan mengkristal sebagai prinsip hidup.
Dalam pelaksanaannya disiplin dikembangkan melalui 2 bentuk yaitu disiplin preventif dan disiplin korektif. Disiplin preventif yaitu upaya menggerakkan siswa mengikuti dan mematuhi peraturan yang berlaku. Dengan hal ini pula siswa dapat berdisiplin dan mematuhi aturan yang berlaku. Disiplin korektif, adalah upaya mengarahkan siswa untuk tetap mematuhi peraturan. Bagi yang melanggar diberi sanksi untuk memberi pelajaran dan memperbaiki dirinya sehingga memelihara dan mengikuti aturan yang ada. Maka dari sini lahirlah sejumlah poin aturan-aturan yang mengikat siswa dalam bentuk tata tertib disamping itu disertai dengan sanksi atas pelanggaran tata tertib tersebut.
Hal inilah yang lazim diterapkan di sekolah-sekolah dalam rangka membentuk budaya disiplin siswa di lingkungan sekolah. Peraturan/tata tertib dibuat dalam mendidik rasa disiplin yang berperan mempengaruhi, mendorong, mengendalikan, mengubah, membina, dan membentuk perilaku siswa sesuai dengan nilai-nilai yang ditanamkan. Penanaman nilai disiplin pada diri siswa di sekolah akan mereka bawa di lingkungan sekitarnya yang berdampak pada keefektifan tugas dan pelaksanaan tanggung jawab secara penuh.
Keinginan menjadi sekolah yang diperhitungkan tidak lepas dari sejauh mana penerapan disiplin bagi siswa dalam seluruh aspek pelaksanaan pendidikan. Mereka akan lebih giat belajar dan memiliki motivasi yang tinggi untuk berkembang jika didukung oleh lingkungan yang kondusif melalui disiplin sekolah. Selama ini sekolah dikatakan serius dalam hal pembinaan jika dari sisi komitmen melaksanakan aturan-aturan menjadi hal yang diprioritaskan, asumsi inilah bagi siswa yang menjadi faktor keinginan mereka dalam bekerjasama dengan pihak sekolah untuk bisa lebih berprestasi. Selain itu, image masyarakat terhadap sekolah akan terbangun dari pengamatan langsung mereka terhadap kondisi keseharian siswa yang belajar di sekolah itu, jika para siswa pada umumnya menunjukkan perilaku positif semisal datang tepat waktu, tidak membolos, berpakaian rapi, mengindahkan aturan, serta sekolah yang selalu melakukan pembinaan berkelanjutan dan terarah bagi siswa dan pengelola sekolah dll maka mereka akan sangat senang memilih sekolah tersebut menjadi tempat yang tepat bagi proses pendidikan anaknya. Jelas ini berlaku pula jika yang terjadi adalah kebalikannya yaitu jika sekolah tidak memperhatikan masalah kedisiplinan warga sekolah terutama bagi siswa tentu hal ini menjadi pertimbangan dan membuat orang tua berpikir dua kali menyekolahkan anak mereka di sekolah dengan kondisi yang demikian.
Berdasarkan uraian di atas faktor kedisiplinan memiliki peranan penting dalam peningkatan kualitas sekolah serta perbaikan nilai/moral siswa dengan meminimalisir perilaku negatif siswa dari pelanggaran tingkat ringan sampai dengan pelanggaran tingkat tinggi, seperti : kasus bolos, perkelahian, nyontek, pemalakan, pencurian dan bentuk-bentuk penyimpangan perilaku lainnya. Tentu saja, semua itu membutuhkan upaya pencegahan dan penanggulangganya, dan di sinilah arti penting penegakan disiplin di sekolah.
Agar pelaksanaan disiplin sekolah dapat berjalan efektif maka dibutuhkan kerjasama beberapa orang guru dibantu pihak keamanan yang tergabung dalam sebuah tim yang disebut Tim Disiplin yang bertugas merencanakan dan melaksanakan kebijakan-kebijakan yang berkaitan pada peningkatan kedisiplinan siswa. Dengan dibentuknya Tim Disiplin akan lebih memudahkan pengontrolan siswa terhadap perilaku kesehariaannya di sekolah yang bertujuan mengarahkan mereka agar selalu berada pada koridor tata tertib dan mencegah terjadinya pelanggaran serta penyimpangan perilaku dari siswa. Pada sisi yang lain tim ini juga memiliki kewenangan menjatuhkan sanksi bagi siswa yang melanggar aturan. Tim ini secara independen menyusun program-program yang bertujuan mengawal pelaksanaan tata tertib yang telah disepakati bersama. Tim disiplin memiliki peran kursial dalam membentuk pola hidup yang teratur dan menumbuhkan nilai-nilai positif pada pribadi siswa, sehingga akan muncul kesadaran dari dalam diri siswa mengikuti segala ketentuan yang diterapkan sekolah. Peranan ini bisa diwujudkan melalui kerjasama antar anggota tim yang didukung oleh seluruh warga sekolah dan terutama pihak pimpinan yang diharapkan selalu memberikan dorongan dan motivasi dalam mewujudkan kesinambungan program tim.
Maka dengan dibentuknya Tim Disiplin diharapkan dapat menjadi salah satu diantara beberapa solusi yang mungkin demi terciptanya budaya disiplin siswa. Disiplin yang menciptakan keteraturan, dispilin yang meningkatkan prestasi belajar, dan disiplin untuk kemajuan sekolah.